About Me

Hello! My name is Gita Salsabila and I'm a Psychology Student who attend at Gunadarma University. This blog mostly are College's Assignment blog and maybe I will add some casual content here in the future.

Monday, April 29, 2019

Manajemen Identitas di Dunia Maya

Nama: Gita Salsabila
NPM: 12517571
Kelas: 2PA17
Siapakah kamu di dunia maya?
Apakah kamu memakai identitas aslimu? Atau mengubahnya menjadi berbeda sama sekali dengan identitas aslimu?
Internet dapat membuat orang menggunakan identitas palsu seperti menggunakan foto yang bukan foto dirinya, menampilkan tanggal lahir dan usia yang bukan miliknya, dan masih banyak lagi. Berikut 5 faktor yang termasuk manajemen diri di dunia maya:
  1. Tingkat Disosiasi dan Integrasi
Berbagai aspek identitas seseorang mungkin dipisahkan, ditingkatkan, atau terintegrasi si dunia online. Identitas satu orang mewujudkan multiplisitas. Anda memiliki banyak sektor dalam kepribadian Anda dan memainkan banyak peran dalam hidup Anda – seperti anak, orang tua, siswa, karyawan, tetangga, teman. Cyberspace menawarkan tempat untuk masing-masing aspek diri yang spesifik ini. Beberapa orang bahkan berbicara tentang bagaimana kita dapat “mendekonstruksi” diri kita secara online.
Kita tidak harus menampilkan diri kita sendiri – bagaimana kita melihat, berbicara, bergerak, sejarah, pikiran, perasaan, dan kepribadian kita, semuanya dalam satu paket besar. Dalam lingkungan yang berbeda, kita dapat berbagi dan menyajikan karakteristik kita dalam paket dengan berbagai ukuran dan konten. William James, salah satu psikolog terhebat di Amerika, berbicara tentang bagaimana pikiran normal beroperasi dalam “bidang” kesadaran di mana kesadaran seseorang bergeser di antara berbagai titik ide, ingatan, dan perasaan. Teori peran dalam psikologi sosial berbicara tentang bagaimana kehidupan yang sukses adalah juggling yang efisien dari berbagai tugas dan posisi yang kita kumpulkan dan kembangkan sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Kehidupan dunia maya adalah manifestasi lain dari manuver yang berubah-ubah ini. Ini memberi orang kesempatan untuk fokus dan mengembangkan aspek tertentu tentang siapa mereka.
  1. Valensi Positif dan Negatif
Berbagai komponen tentang siapa kita dapat dikategorikan sebagai positif atau negatif. Ada beberapa kriteria universal yang dapat membantu kita membedakan keduanya. Sebagian besar waktu kita akan mengkritik kebutuhan seseorang untuk menyakiti orang lain dan memuji belas kasihan. Tetapi tidak perlu menyangkal kebenaran universal tentang yang baik dan yang buruk. Secara subyektif, seseorang dapat merasa malu, bersalah, takut, cemas, atau benci tentang beberapa aspek identitas mereka, sambil menerima dan menghargai aspek-aspek lain. Orang-orang juga berusaha untuk mencapai cara-cara baru yang diidealkan. Mereka yang bertindak di dunia maya – yang dengan cara tertentu melukai atau melanggar hak orang lain, atau melukai diri mereka sendiri – biasanya melepaskan beberapa aspek yang dibebankan secara negatif dari jiwa mereka.
Orang lain dapat menggunakan dunia maya sebagai kesempatan untuk menggunakan karakteristik positif mereka, atau untuk mengembangkan yang baru dalam proses “aktualisasi diri.” Percintaan online, bahkan yang melibatkan unsur fantasi yang diakui dengan jelas, dapat mendorong pertumbuhan. Dalam beberapa kasus orang mungkin mengekspresikan sifat negatif dalam upaya untuk mengatasinya. Mereka berusaha mengubah fitur negatif dari identitas mereka menjadi positif, atau mungkin mengubah sikap mereka tentang fitur itu. Berbagai lingkungan dan gaya komunikasi di internet berfungsi sebagai tempat pengujian yang fleksibel untuk menjelajahi kelebihan dan kekurangan yang saling terkait.
  1. Tingkat Fantasi atau Realitas
Dalam beberapa grup online – misalnya, daftar email profesional – Anda diharapkan menampilkan diri Anda apa adanya. Anda tidak berpura-pura menjadi orang lain selain identitas Anda yang sebenarnya. Grup lain di dunia maya mendorong atau bahkan mengharuskan Anda untuk mengasumsikan persona imajiner, seperti dalam dunia fantasi MOO, MUD, dan lingkungan game lainnya. Dalam komunitas obrolan multimedia, Anda tidak punya pilihan selain mengenakan avatar yang tampak imajinatif untuk mewakili diri anda. Banyak lingkungan lain berada di antara realitas dan fantasi. Anda bisa berpura-pura menjadi seseorang yang sangat berbeda dari diri anda, atau Anda dapat mengubah hanya beberapa fitur – seperti nama Anda, pekerjaan, atau penampilan fisik – sambil mempertahankan karakteristik sejati Anda yang lain.
Tidak ada yang akan tahu, terutama di lingkungan teks saja. Bahkan, Anda tidak tahu pasti apakah orang lain mengubah identitas mereka, atau berapa banyak orang yang mengubah identitas mereka. Kekuatan untuk mengubah diri ini sering kali bertautan dengan disosiasi dan valensi. Bagian positif dan negatif tersembunyi seseorang dapat mencari ekspresi dalam identitas imajiner yang muncul dalam kehidupan online. Setiap saat orang menemukan hal-hal tentang kepribadian mereka yang tidak pernah mereka sadari sebelumnya. Lamunan dan fantasi kita sering mengungkapkan aspek-aspek tersembunyi dari apa yang kita butuhkan atau inginkan.
  1. Tingkat Kesadaran dan Kontrol Sadar
Bagaimana kita memutuskan untuk menghadirkan diri kita di dunia maya tidak selalu merupakan pilihan yang sadar sepenuhnya. Beberapa aspek identitas tersembunyi di bawah permukaan. Keinginan dan kecenderungan terselubung selalu keluar di jalan memutar atau tersembunyi tanpa kita sadari. Kita tidak selalu sadar bagaimana kita memisahkan bagian-bagian dari identitas kita atau bahkan kekuatan emosional yang kita lekatkan padanya.
Seseorang memilih nama pengguna/Username atau avatar karena iseng, karena itu menarik baginya, tanpa sepenuhnya memahami makna simbolik yang lebih dalam dari pilihan itu. Atau dia bergabung dengan grup online karena tampaknya menarik tetapi gagal untuk menyadari motif yang tersembunyi dalam keputusan itu. Anonimitas, fantasi, dan berbagai variasi lingkungan online memberikan banyak peluang untuk ekspresi kebutuhan dan emosi yang tidak disadari ini. Berjuang di dunia maya untuk menjadi orang yang “lebih baik” juga membutuhkan beberapa kesadaran (sebuah visi terencana tentang ke mana seseorang yang dituju) Beberapa orang sendiri, membuat pilihan yang sepenuhnya disengaja tentang siapa yang mereka inginkan di dunia maya. Sebagian sadar akan pilihan mereka dan dengan bantuan atau melalui pengalaman menjadi lebih sadar. Yang lain menolak wawasan diri sama sekali. Mereka hidup di bawah ilusi bahwa mereka mengendalikan diri mereka sendiri.
  1. Media Yang Dipilih
Di dunia maya, orang memilih saluran komunikasi tertentu untuk mengekspresikan diri. Ada berbagai kemungkinan dan kombinasi kemungkinan, masing-masing pilihan menimbulkan atribut identitas tertentu. Orang yang mengandalkan komunikasi teks lebih menyukai semantik bahasa dan mungkin juga dimensi linier, tersusun, rasional, analitik diri yang muncul melalui wacana tertulis. Mereka mungkin adalah “verbalisasi” yang telah dijelaskan dalam literatur psikologi kognitif – sebagai lawan dari “visualisator” yang mungkin menikmati penalaran yang lebih simbolis, imajistik, dan holistik yang diekspresikan melalui penciptaan avatar dan grafik web. Beberapa orang lebih suka komunikasi yang sinkron (seperti chatting) yang mencerminkan spontan, bentuk bebas, jenaka, dan “menghadiri diri” untuk sementara. Yang lain tertarik pada gaya komunikasi asinkron yang lebih bijaksana, reflektif, dan terukur, seperti pada papan pesan dan email.  Media yang dipilih dapat saling berhubungan erat dengan tingkat integrasi dan disosiasi identitas, dan sejauh mana seseorang menghadirkan diri yang nyata atau imajiner.

Daftar Pustaka

Saturday, April 20, 2019

Sejarah Internet dan Jenis-Jenis Koneksi Internet

Nama: Gita Salsabila
NPM: 12517571
Kelas: 2PA17

Internet berasal dari kata Interconnection Networking artinya hubungan berbagai komputer dan berbagai tipe (platform) komputer yang berbentuk system jaringan yang mencakup seluruh dunia dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telpon, wireless, bahkan satelit.

Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada tahun 1969 oleh ARPA (Advanced Research Projects Agency), sebuah badan yang dibentuk pada tahun 1958 oleh Amerika yang terdiri dari para peneliti dan teknisi dari universias dan laboratorium yang ada di Amerika. Awalnya, badan ini dibentuk untuk menyaingin Rusia, yang saat itu lebih maju dari satelit. Para peneliti pun bekerja tidak hanya pada satu lokasi, untuk membuat penelitian dan mendedikasikan hasil penelitian tersebut untuk perkembangan teknologi Amerika Serikat. Karena mereka bekerja dengan satu tujuan, tentu mereka harus saling berbagi hasil pe nelitian sesering mingkin. Namun karena penelitian tersebut tidak bekerja dalam satu lokasi, mereka mengalami kesulitan dalam hal lain. Akhirnya, ARPA memutuskan untuk membuat sebuah jaringan komputer atau komputer network pada tahun 1969, yang diberi nama ARPANET. Dengan adanya ARPANET, para peneliti dari seluruh belahan Amerika bisa berkomunikasi dengan data-data yang mereka perlukan dari komputer server yang telah disediakan. Sambungan atau jalur yang digunakan ARPANET saat itu adalah jalur atau kabel telepon. Namun, pada waktu itu ARPANET bukanlah untuk semua orang, hanya untuk kalangan tertentu.

Untuk mempercepat proses transmisi data, APRANET akhirnya bekerja sama dengan pihak Novel. Mereka menggunakan teknologi yang dinamakan paket switching. Dengan teknologi setiap paket atau data yang dikirim, akan dipecah menjadi paket-paket yang kecil, sehingga bisa mempercepat proses pengiriman data. Saat data sampai ke tempat tujuan, data tersebut akan disatukan kembali.

Pada tahun 1972, email mulai dipergunakan, Dengan email para peneliti bisa lebih mudah untuk berkirim data dan informasi. Semenjak saat itu, traffic yang ada dalam networking tersebut semakin menjadi tinggi. 

Hari yang sangat bersejarah di internet adalah penerapan TCP/IP sebgai standar protokol pada internet yang secara resmi menggantikan NCP pada tanggal 1 Januari 1983. Dan sejak saat itulah istilah Internet mulai banyak digunakan untuk menjelaskan komunikasi data jarak jauh walaupun sebenarnyakata internet sudah mulai dikenalkan sejak tahun 1973 oleh Vinton G Cerf dan Bob Kahn. 

Pada tahun 1984, jumlah host di internet lebih dari 1000 buah. Pada tahun itu pula diperkenalkannya DNS (Domain Name System) oleh Paul Mockapetris yang digunakan untuk mengganti atau mendefinisikan suatu IP (Internet Protocol) agar lebih mudah diingat.
Tahun 1986, lembaga ilmu pengetahuan nasional Amerika, USNSF (National Science Foundation) mendukung pembuatan jaringan TCP/IP yang didanai oleh organisasi NSFNet. Jaringan ini digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dan memungkinkan terhubungnya uniersitas-universitas di Amerika Serikat dengan kecepatan sebesar 56 Kbps. Jaringan ini menjadi akar berkembangnya internet sampai saat ini.

Hari bersejarah berikutnya adalah penemuan komunikasi teks secara realtime yang disebut IRC (Internet Relay Chat) oleh Jarkko Oikarinen pada tahun 1988, sehingga dengan fasilitas ini kita dapat dengan mudah melakukan chat secara online dengan siapa saja asal terhubung dengan internet. Dan tonggak dari berkembangnya internet dengan pesat adalah ditemukannya konsep tentang Word Wide Web (www) oleh tim Barners Lee pada tahun 1989 dan mulai banyak digunakan pada tahun 1991 sebagai salah satu media untuk menyebarkan informasi di internet yang mampu melakukan link dari satu halaman web ke halaman web lainnya.


Jenis-jenis koneksi internet
Koneksi internet terdiri dari 2 jenis, yaitu:
  1. Koneksi internet kabel
  2. Koneksi internet kabel adalah koneksi internet yang memanfaatkan media kabel sebagai perantaranya. Contohnya adalah Dial-up, ADSL, internet cabel.
  3. Koneksi internet nirkabel (wireless)Koneksi internet yang memanfaatkan gelombang radio (elektromagnetik) sebagai penghantarnya bekerja pada frekuensi yang tinggi yaitu 11-54mbps. Contohnya adalah GPRS yang disediakan oleh operator seluler
Daftar Pustaka
Yuhefizar. 2008. 10 jam menguasai internet: Teknologi dan Aplikasinya. Jakarta Elex Media Komputindo.

Juju, Dominikus., Matamaya. 2008. Teknik mempercepat koneksi internet. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Darma., S, Jarot., A, Shenia. 2009. Buku pintar menguasai internet. Jakarta: Mediakita.