About Me

Hello! My name is Gita Salsabila and I'm a Psychology Student who attend at Gunadarma University. This blog mostly are College's Assignment blog and maybe I will add some casual content here in the future.

Thursday, March 15, 2018

Metode Non-ilmiah berdasarkan pengalaman pribadi

Orang zaman dahulu pengetahuannya memang terbatas, mereka menggunakan beberapa metode dasar untuk mendapat ilmu pengetahuan tersebut, apalagi untuk orang awam menggunakan metode non-ilmiah. 

disini ada 3 metode non-ilmiah yang saya akan jelaskan dan ceritakan berdasarkan pengalaman pribadi saya.

1. PRASANGKA

Seperti nama istilahnya, jika 2 kata majemuk dari Prasangka yaitu Pra = Sebelum, dan Sangka = Dugaan. Prasangka adalah pendapat yang berdasarkan perasaan hati atau keraguan.

Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang sebelum memiliki informasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. Namun prasangka tidak hanya dikarenakan pada ras saja, bisa juga karena bidang lain.

contoh dari pengalaman pribadi saya:
waktu saya pertama kali bermain game browser online Touken Ranbu, saya kaget tiba-tiba ada game maintenance dalam game itu dan tidak bisa dimainkan. dan ternyata maksud dari maintenance ini karena para staff game sedang menambahkan event dalam game ini. Makin lama saya sudah terbiasa deh dengan maintenance. dan ternyata sampai sekarang juga masih banyak gamer mengira maintenance itu seperti game-nya nge-lag ato terganggu sampai mereka koar-koar di status hingga menyalahkan staff.


2. INTUISI

Menurut KBBI, intuisi artinya daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari. Tidak jauh beda dengan firasat juga. 

contoh dari pengalaman pribadi saya:
Ceritanya saat itu saya mau pergi ke Purwakarta bersama Mama, Papa, dan adik laki-laki untuk berziarah makam nenek dan kakek. sebelum berangkat menuju tol, kan, kami sedang di Mega Bekasi untuk membeli B*rger K*ng untuk makan siangLalu, Mama ingin mampir keluar 'sebentar' untuk mengambil saus kalau tidak salah, karena seingetku sausnya kelupaan pas Drive Thru.

Saya menunggu di mobil bersama adik dan papa. namun, kami menunggu mama kok lama banget padahal cuma ngambil saus. Papa memperkirakan dan mikir mama lama karena pasti abis ambil saus di B*rger K*ng, beliau mampir ke J'c* dulu untuk beli donat. semuanya tertawa di dalem mobil karena mama pasti bener-bener rempong kalo itu beneran.


Saat mama sudah selesai, ternyata beneran mama mengambil saus di B*rger K*ng dan membeli donat J'c*. Sambil mama memasukan donat di dalam bagasi mobil, saya dan adik saya menahan tertawa keras padahal itu beneran kocak banget karena emang beneran mama tetap rempong.

3. TRIAL DAN ERROR

Kalau diartikan secara singkat ini adalah metode untung-untungan atau coba-coba. Namun tidak semuanya hasilnya berhasil. kadang harus dicoba berulang-ulang.

contoh dari pengalaman pribadi saya:
Saat aku menggambar pose, awalnya saya menggunakan referensi namun hasilnya ga sesuai yang saya inginkan. Saat saya urungkan niat untuk menggambar tanpa referensi dan orisinil, hasilnya malah lebih proporsional dan anatominya lumayan pas.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Prasangka
http://www.karyatulisku.com/2015/04/metode-ilmiah-dan-metode-non-ilmiah.html

Folklor: Cerita Rakyat, Legenda, dan Mitos

Pernahkah mendengar cerita legenda Tangkuban Perahu? atau mungkin mitos Yunani atau nordik yang ada di film atau novel? dalam hal tersebut, diambil dari suatu folklor yang diwarisi dan dijadikan referensi dalam cerita kebudayaan tertentu. Namun, apa itu folklor? dan dengan blog ini, saya akan menjelaskan apa itu dari objek tersebut.

Secara harafiah folklor diambil dari 2 kata majemuk bahasa inggris yaitu folk dan lore. Jika diartikan akan menjadi sebagai berikut menurut Alan Dundes:
·        Folk = sekelompok orang yang memiliki ciri khas tertentu yang membedakan dengan kelompok lainnya
·        Lore = kebudayaan dari folk tersebut yang diwariskan secara turun menurun secara isyarat maupun lisan

Jadi kesimpulannya, folklor adalah kebudayaan manusia(kolektif) dari rakyat zaman dahulu yang telah diwariskan secara turun menurun, secara lisan maupun isyarat.

Folklor sering diidentikkan dengan tradisi dan kesenian yang berkembang pada zaman sejarah dan telah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Di dalam masyarakat Indonesia, setiap daerah, kelompok, etnis, suku, bangsa, golongan agama masing-masing telah mengembangkan folklornya sendiri-sendiri sehingga di Indonesia terdapat aneka ragam folklor. 

Selain di Indonesia, folklor juga ada di luar negeri seperti folklor Yunani yang biasanya terkenal mengisahkan mitos Yunani seperti kisah dewa dewi Yunani, folklor Jepang yang mengisahkan cerita rakyat Jepang seperti kisah Momotaro, dan lain sebagainya.

Pada umumnya folklor itu tidak diketahui siapa yang membuatnya atau anonim. Biasanya tersebar secara mulut ke mulut sehingga terkenal dan digunakan untuk hiburan umum. Bahkan folklor itu bersifat tradisional dan berkesan lugu agar para pembaca dan penikmat bisa menangkap nilai moral dan tradisi di dalamnya.

Sebenarnya folklor itu tidak hanya cerita rakyat saja, bisa juga melainkan seperti legenda, mitos, upacara, dan nyanyian rakyat.  Namun pada umumnya, kebanyakan orang mengartikan folklor itu hanya cerita rakyat. Bahkan legenda, cerita rakyat, maupun mitos itu semuanya sama. Padahal secara rinci, semua hal itu berbeda.

Tapi untuk kali ini, penulis akan menceritakan dan menjelaskan sedikit masing-masing dari tiga jenis utama folklor yang populer di kalangan masyarakat.


1. CERITA RAKYAT


Cerita Rakyat bisa disebut juga sebagai dongeng rakyat. Cerita rakyat adalah dongeng yang dibuatkan oleh manusia khususnya orang tua yang berisikan nilai moral didalamnya.

Bedanya cerita rakyat dari legenda dan mitos adalah cerita rakyat TIDAK ADA hubungannya dengan suatu tempat tertentu yang begitu sakral, maupun TIDAK ADA suatu kepercayaan dalam suatu benda-benda atau hal sakral lainnya yang telah diwariskan.
Isinya hanya dongeng fiksi yang dibuat hanya sebagai pengajaran dan nilai moral pada masyarakat sehingga isinya tradisional namun menghibur.

Contohnya dari cerita rakyat ini adalah kisah Bawang Merah dan Bawang putih. Konsep ceritanya sebenarnya seperti cerita rakyat di eropa yaitu Cinderella, namun yang ini lebih kearifan lokal.


-----Bawang Merah dan Bawang Putih-----

Dahulu kala, ada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Mereka memiliki seorang puteri yang diberi nama bawang putih. Namun pada suatu hari, ibu bawang putih jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Setelah kejadian itu, bawang putih hidup sendiri dengan ayahnya. Ayah bawang putih adalah seorang pedagang yang sering bepergian jauh. Karena tak tega meninggalkan bawang putih sendirian di rumah, akhirnya ayah bawang putih memutuskan menikah lagi dengan seorang janda. Janda tersebut memiliki satu anak yang diberi nama bawang merah.

Sebenarnya niat ayahnya adalah agar bawang putih tak kesepian dan memiliki teman yang membantunya di rumah. Namun ternyata, ibu dan kakak tiri bawang putih memiliki sifat yang jahat. Mereka bersikap baik pada bawang putih hanya ketika ayahnya ada bersamanya. Namun ketika ayahnya pergi berdagang, mereka menyuruh bawang putih mengerjakan segala pekerjaan rumah seperti seorang pembantu. Ternyata kemalangan bawang putih belum berhenti sampai disitu, selang beberapa waktu, ayah bawang putih juga jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Kini, ibu tiri dan bawang merah bersikap semakin jahat pada bawang putih. Bahkan waktu beristirahat bawang putih juga semakin terbatas. Tiap hari dia harus melayani semua kebutuhan bawang merah dan ibu tirinya. Sampai disuatu pagi ketika bawang putih mencuci di sungai, tanpa disadari salah satu selendang kesayangan bawang merah hanyut. Ketika sampai rumah, bawang merah memarahi bawang putih karena selendangnya tak dia temukan. Dia menyuruh bawang putih mencari selendang itu dan tidak boleh pulang sebelum menemukanya.

Akhirnya, bawang putih menyusuri sungai untuk mencari selendang itu. Hingga larut malam, selendang itu belum juga dia temukan. Ketika tengah menyusuri sungai, bawang putih nelihat sebuah gubuk, ternyata gubuk itu dihuni oleh seorang nenek sebatang kara. Bawang putih akhirnya meminta izin untuk menginap semalam.

Nenek itu cukup baik hati, dia mempersilahkan bawang putih untuk menginap. Nenek itu juga menanyakan perihal tentang bawang putih, dan bagaimana dia sampai di tempat itu. Bawang putih pun menceritakan nasib yang dialaminya, hingga nenek yang mendengar itu merasa iba. Ternyata, selendang yang dicari bawang putih ditemukan oleh si nenek. Dan nenek itu mau menyerahkan selendang itu dengan syarat bawang putih harus menemaninya selama seminggu. Bawang putih menerima tawaran itu dengan senang hati.

Waktu seminggupun berlalu, dan kini waktunya bawang putih untuk pulang. Karena selama tinggal disitu bawang putih sangat rajin, nenek itu memberikan selendang yang dulu dia temukan dan memberi hadiah pada bawang putih. Dia disuruh memilih diantara dua buah labu untuk dia bawa. Awalnya bawang putih ingin menolak, namun karena ingin menghormati pemberian, bawang putih akhirnya memilih labu yang kecil dengan alasan takut tak kuat membawanya. Dan nenek itu hanya tersenyum mendengar alasan itu.

Setelah itu, bawang putihpun segera pulang dan menyerahkan selendang itu pada bawang merah. Setelah itu dia segera ke dapur untuk membelah labu dan memasaknya. Namun betapa terkejutnya dia, karena ketika labu itu dibelah, ternyata labu itu berisi emas permata yang sangat banyak. Secara tak sengaja, ibu tiri bawang putih melihatnya dan langsung merampas semua emas itu. Bukan hanya itu, dia juga memaksa bawang putih untuk menitakan dari mana dia mendapat labu ajaib itu. Bawang putihpun menceritakan semua kejadian yang dialaminya.

Mendengar cerita bawang putih, muncul niat jahat di benak ibu tiri yang serakah itu. Esok paginya, dia menyuruh bawang merah untuk melakukan hal yang sama seperti yang silakukan bawang putih, dia berharap akan bisa membawa pulang labu yang lebih besar sehingga isinya lebih banyak.

Singkat cerita, bawang merah yang malas itu tiba di gubuk nenek, dan diapun tinggal disitu selama seminggu. Namun karena sifatnya yang pemalas, dia hanya bermalas-malasan saja dan tidak mau membantu pekerjaan si nenek. Dan ketika sudah waktunya pulang, diapun di suruh memilih labu sebagai hadiah. Tanpa fikir panjang, dia langsung mengambil labu yang besar dan segera berlari pulang tanpa mengucapkan terimakasih.

Setelah tiba dirumah, ibunya sangat senang melihat anaknya membawa labu yang sangat besar. Dia berfikir pasti emas di dalamnya cukup banyak. Karena tak ingin diketahui oleh bawang putih dan takut jika bawang putih minta bagian, mereka menyuruh bawang putih mencuci disungai. Setelah itu mereka masuk kamar dan menguncinya dengan rapat. 

Dengan tak sabar, mereka segera membelah labu itu. Namun diluar dugaan, bukan emas yang ada didalamnya. Melainkan labu itu dipenuhi ular, kalajengking, kelabang, dan berbagai hewan berbisa. Dengan cepat hewan-hewan itu keluar dari labu dan menggigit kedua anak dan ibu serakah itu. Mereka tak mampu kabur, karena pintu kamar mereka kunci rapat dan mereka tutup dengan lemari dari dalam. Akhirnya, mereka mati di dalam kamar bersama keserakahan mereka. Setelah mereka mati, hewan-hewan berbisa itu kenyap tak berbekas.


Seperti cerita diatas tadi ada nilai moral di dalamnya seperti ‘kita harus tabah’, ‘jangan sombong’ dan sebagainya. Bahkan sebenarnya salah satu cerita rakyat ini memiliki beberapa versi. Penulis pribadi pernah menonton video animasi di youtube tentang Bawang Merah dan Bawang Putih juga, namun yang saya tonton Bawang Putih itu saat mencari selendang Bawang Merah, dia malah bertemu dengan Ikan ajaib ketimbang dengan Nenek-nenek (namun sayangnya Ikannya dimasak oleh Bawang Merah dan ibu tirinya). bahkan, akhir dari cerita ini Bawang Putih menikah dengan seorang pangeran.

Memiliki versi yang beragam juga termasuk ciri-ciri dari cerita rakyat maupun legenda atau mitos lainnya.ang ini lebih kearifan lokal. adisional namun mengh

2. LEGENDA


Secara harafiah, Legenda diambil dari bahasa latin yaitu Legere. Legenda adalah prosa rakyat yang dipercaya memiliki cerita yang benar-benar terjadi dan berkembang di suatu daerah. Legenda biasanya diambil dari kisah suatu tempat tertentu dan dibikin asal muasalnya dalam bentuk cerita yang bermoral.

Legenda sering kali dianggap sebagai cerita ‘sejarah’ kolektif. Walaupun tersebar secara tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehinga beda jauh dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan dari unsur-unsur folklor-nya terlebih dahulu.

Sebenarnya bedanya dari legenda dari mitos dan cerita rakyat itu tersendiri adalah legenda biasanya mengisahkan asal muasal suatu tempat atau objek dengan dramatis dan menghibur. Tidak ada unsur sakral seperti mitos maupun suatu kepercayaan tertentu yang diwarisi turun menurun. Nilai moral di dalam legenda ini tetap ada layaknya seperti cerita rakyat.

Seperti contohnya cerita legenda yang berdasarkan suatu tempat di Sumatera Utara yaitu Danau Toba dibawah ini.

-----Legenda Danau Toba-----

Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya.
Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.
Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor iakan pun didapatnya. Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing. Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung menarik pancing itu jauh ketengah sungai. Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, Karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar.
Setelah beberapa lama dia biarkan pancingnya ditarik ke sana kemari, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan itu ditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira mata pancingnya dia lepas dari mulut ikan itu. Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuh arti. Kemudian, setelah ikan itu diletakkannya ke satu tempat dia pun masuk ke dalam sungai untuk mandi. Perasaannya gembira sekali karena belum pernah dia mendapat ikan sebesar itu. Dia tersenyum sambil membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang. Ketika meninggalkan sungai untuk pulang kerumahnya hari sudah mulai senja.
Setibanya di rumah, lelaki itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar di dapur rumahnya sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.
Pada saat lelaki itu tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi. Tetapi di tempat ikan itu tadi diletakkan tampak terhampar beberapa keping uang emas. Karena terkejut dan heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamar.
Ketika lelaki itu membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena didalam kamar itu berdiri seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai. Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaat kemudian perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang lelaki itu yang tegak kebingungan di mulut pintu kamar. Lelaki itu menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat wanita secantik itu meskipun dahulu dia sudah jauh mengembara ke berbagai negeri.
Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah lelaki itu menyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya kedapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai. Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur itu adalah penjelmaan sisiknya. Setelah beberapa minggu perempuan itu menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya myang menjelma dari ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.
Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir. Anak itu sangat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.
Setelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksa ibunya yang mengantarkan nasi ke ladang.
Suatu hari, anak itu disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya. Mulanya dia menolak. Akan tetapi, karena terus dipaksa ibunya, dengan kesl pergilah ia mengantarkan nasi itu. Di tengah jalan, sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayah sudah merasa sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan. Oleh karena itu, maka si ayah jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasinya itu. Kesabaran si ayah jadi hilang dan dia pukul anaknya sambil mengatakan: “Anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”
Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya di ceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendakinya.
Ketika tampak oleh sang ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah mereka itu. Ketika dia tiba di tepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang megelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedang Pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.
Jika dikonversikan kedalam ilmiah, sebenarnya Danau toba itu berawal dari gunung berapi super yang meletus kurang lebih ribuan tahun yang lalu. Bahkan gunungnya sudah meletus dan menjadi pulau kecil ditengah danau yaitu Pulau Samosir.
Dalam folklor yang kita baca, masih ada sedikit unsur nyatanya sesuai di dalam faktanya saat ada bencana alam di dalam legenda Danau Toba, itu sudah mengilustrasikan bagaimana bencana letusan gunung Toba terjadi.


3. MITOS



Mitos berasal dari kata Mythos dalam bahasa Yunani dan Mite dalam bahasa Belanda yang berarti cerita atau perkataan. Mitos biasanya dibuatkan oleh manusia dan dianggap sakral dan ada suatu kepercayaan, seperti kisah dewa dewi, makhluk gaib, atau takhayul.

Yang membedakan mitos dengan legenda dan cerita rakyat adalah mitos bisa menjadi suatu cerita yang memiliki unsur sakral dan kepercayaan tertentu. Bahkan isinya hal yang tidak masuk akal dan dikemas menjadi cerita yang menarik. Selain cerita, kadang mitos Sebagai suatu folklor, mitos digunakan sebagai adat istiadat dan mempelajari budaya di masa lampau.

Selain cerita, mitos juga dibuat menjadi suatu kepercayaan makhluk gaib atau suatu takhayul/kepercayaan belaka sebagai suatu waspada untuk rakyat zaman dahulu hingga sekarang (walaupun tidak banyak yang memercayainya).
Contohnya seperti anak-anak dilarang keluar setelah maghrib. Karena nanti akan diculik makhluk gaib Wewe gombel.

Namun mitos masih belum bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan cenderung mengarah ke hal yang tidak masuk akal. Tapi, ada sebagian mitos yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata, tetapi menjadi cerita yang menarik.

Mitos juga seringkali dipakai oleh budaya populer dan serial fiksi menarik sebagai referensi seperti serial novel Percy Jackson dan anime Saint Seiya yang kedua dari serial tersebut diambil dari mitos Yunani.

Salah satu contoh dari cerita mitos di Indonesia adalah kisah Timun Mas, isinya dalam cerita ini ada unsur kisah makhluk gaib yang bernama Buto Ijo, seorang raksasa yang suka mengincar anak-anak dalam kepercayaan orang Jawa.

-----Timun Mas-----

Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.

Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang Raksasa yang bernama Buto Ijo melewati tempat tinggal mereka. Buto Ijo mendengar doa suami istri itu. Buto Ijo kemudian memberi mereka biji mentimun.

“Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Buto Ijo.

“Terima kasih, Buto Ijo,” kata suami istri itu.

“Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Buto Ijo.

Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.
Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.
Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Buto Ijo  menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Buto Ijo. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.

Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Buto Ijo menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.

Buto Ijo segera berlari mengejar Timun Mas. Buto Ijo semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Buto Ijo. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Buto Ijo terpaksa berenang dengan susah payah.

Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Buto Ijo hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa itu. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Buto Ijo. Buto Ijo berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

Tapi Buto Ijo sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Buto Ijo sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Buto Ijo tertidur.

Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Buto Ijo terbangun dari tidurnya. Buto Ijo lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Buto Ijo terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Buto Ijo panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.
Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.


Sumber:
http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/pengertian-ciri-ciri-jenis-jenis-dan.html
https://sastrawacana.id/2017/07/pengertian-folklore-beserta-jenis-dan-contohnya-sastra-wacana/
http://www.sridianti.com/pengertian-mitos.html
http://www.anakcemerlang.com/2016/02/definisi-dan-pengertian-mitos.html
http://dongeng.org/asal-usul-danau-toba/
http://dongengterbaru.blogspot.co.id/2016/09/cerita-bawang-merah-bawang-putih.html
https://dongengkakrico.wordpress.com/cerita/cerita-rakyat-timun-mas/